Selasa, Mei 27, 2008

Stephie Terjebak di Kamar Mandi (1)


BIKIN film ternyata emang nggak gampang. Nggak bisa bat-bet. Ribet banget. Sejak proses kasting, para calon pemain kudu latihan di bawah arahan Om Diek Susanto, asisten sutradara, tiap sore di SMKN 11.

Setelah jelas siapa jadi siapa, nggak bisa langsung take. Bisanya malah break karena pemain yang kebetulan kelas III SMA mesti ikut ujian nasional (yang ini jelas nggak nyambung blas).

Syukurlah, rencana syuting hari pertama Senin 28 April 2008 terlaksana. Ira Fisela Dewanti yang jadi Stephie mau bela-belain "bolos" sekolah. Karena seperumahan, dia datang bersama Om Handry TM, sang sutradara. Begitu sampai lokasi, rumah Pak Nirwanto di daerah Klipang, wajahnya langsung dipermak sama Bu Wiwik yang nanganin make up artis.

Om Harry Sioe, director of photography, datang bersama tiga kru. Karena profesional, ngobrol bentar aja dengan sutradara, langsung deh nata kamera dan lampu di ruang tamu untuk "nembak" jendela tempat Stephie menatap hujan. Tapi hari itu, jangankan hujan, mendung aja nggak. Terus? Om Diek sigap cari selang, sambung ke keran, buka, air mancar ke atas, hujan deh!

Syuting di jendela lumayan lancar. Saat pindah ke kamar, baru masalah. Berkali-kali latihan, berkali-kali take, berkali-kali diulang. Sebabnya? Nggak hanya karena akting Sela kadang-kadang kurang pas, tapi (ini yang sering), dia nggak bisa meludah saat bilang, "Cuh!" Padahal, udah disiapin engkrak segala lho.



Putra yang jadi Lukas, pacar Stephie, sering bikin geregetan juga. Lupa dialog, suara lirih, keringat deras mengucur hingga harus manggil Bu Wiwik untuk ngelap wajahnya. Lampu emang bikin panas, tapi yang paling bikin Putra gobyos bukan itu, melainkan grogi. Grogi jadi pacar cewek cantik.

Ada kejadian kecil, singkat, dan menggelikan. Saat ganti baju di kamar mandi, "Stephie" manggil-manggil. "Tolong dong..." Semua sibuk dan nggak ada yang denger kecuali Om Daktur yang emang terbiasa care (cieee). Segera dia dorong pintu kamar mandi dari luar dan terbuka. "Kok gak bisa dibuka sih?" protes Sela. Lhah, meneketehe.

Syuting yang juga nembak pasar kethek di Blok P itu berakhir pukul sembilan malam. Nggak pada langsung pulang, karena Pak Nirwan (lalu Alvin, anaknya) kluntang-klunting main kibor. Apalagi Bu Wiwik dan ibu-ibu yang lain menyanyi dengan suara menggetarkan... atap rumah. Hahaha!



-- to be continued

2 komentar:

indri mengatakan...

wehehe....coba ini syuting film horor....
bisa jadi promosi tuh....["mahluk halus iseng dikamar mandi"]
hehehee..

suryawan mengatakan...

eh yg pake baju sekolah mirip malvino yg sering di ftv scrv...betul ga...btw mau dunks diajak maen film...heheheh ngarep.com